Pengertian
MS DOS
MS-DOS, singkatan dari Microsoft
Disk Operating System, adalah sebuah sistem operasi yang sangat banyak
digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Microsoft
membuat MS-DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream, sebelum pada akhirnya
menghentikan dukungan MS-DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah
sistem operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan GUI)
untuk pasar mainstream, yang disebut sebagai Microsoft Windows.
MS-DOS dirilis pertama kali pada
tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang
lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan
versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan
MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan
Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil
pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan
perangkat lunak yang seolah menguasai dunia.
1 Sejarah
MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah
perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang
dikepalai oleh Tim Patterson--yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk
mengembangkan DOS--pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem
operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System),
yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar
dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli
lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya
menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang
disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.
2 Pengembangan
IBM dan Microsoft selanjutnya
merilis versi-versi DOS; di mana versi IBM yang langsung dibundel dengan
komputer IBM PC disebut dengan "IBM PC-DOS" (singkatan dari
International Business Machine Personal Computer Disk Operating System). Pada
awalnya, IBM hanya menggunakan apa yang layak digunakan dari MS-DOS yang
dirilis oleh Microsoft, seperti program-programnya atau utilitas yang
disertakannya. Karena itulah, versi IBM selalu dirilis lebih lambat
dibandingkan dengan versi MS-DOS. Tapi, MS-DOS versi 4.0 adalah versi MS-DOS
pertama yang benar-benar sama seperti IBM PC-DOS, karena Microsoft sedang
berkonsenstrasi untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang
disebut dengan OS/2.
Microsoft, ketika melisensikan DOS
kepada IBM, menandatangani perjanjian lisensi yang salah satu poinnya
mengandung bahwa Microsoft boleh melisensikan MS-DOS kepada perusahaan selain
IBM, dan para perusahaan tersebut dipersilakan mengubah nama MS-DOS menjadi
nama yang mereka gunakan (contoh: TandyDOS, Compaq DOS, dan lainnya). Kebanyakan
versi-versi tersebut tentu saja sama dengan versi yang telah dikembangkan oleh
Microsoft dengan MS-DOS-nya, tapi Microsoft mulai mencabut perjanjian
lisensinya sehingga para perusahaan lain harus menggunakan nama MS-DOS,
bukannya nama yang telah dikustomisasi sebelumnya. Hanya IBM yang diberikan
keleluasaan untuk terus menggunakan nama IBM PC-DOS, bukannya MS-DOS.
MS-DOS pun berkembang dengan cukup
cepat, dengan fitur-fitur signifikan yang diambil dari beberapa sistem operasi
lainnya seperti Microsoft Xenix--salah satu varian sistem operasi UNIX yang
dikembangkan oleh Microsoft--dan DR-DOS milik Digital Research, serta
produk-produk utilitas lainnya seperti Norton Utilities dari Symantec
Corporation (produk yang diadopsi seperti Microsoft Disk Defragmenter),
PC-Tools dari Central Points (produk yang diadopsi seperti Microsoft
Anti-Virus), manajer memori diperluas atau EMM (Expanded Memory Manager) QEMM
dari Quarterdeck (produk yang diadopsi seperti EMM386), kompresi disk (atau
disk compression) DriveSpace dari Stac Electronics, dan masih banyak produk
yang diadopsi lainnya.
Ketika Intel Corporation
memperkenalkan mikroprosesor baru yang disebut dengan Intel 80286, Microsoft
dan IBM memulai proyek sistem operasi baru pengganti DOS yang disebut dengan
OS/2, yang pada dasarnya adalah versi MS-DOS yang berjalan dalam modus
terproteksi (protected mode). Tapi, Microsoft meninggalkan proyek OS/2 tersebut
untuk memfokuskan diri pada pengembangan Microsoft Windows dan Microsoft
Windows NT. Digital Research membuat sebuah antarmuka grafis yang disebut
dengan GEM, tapi sangat kurang populer pada komputer IBM PC atau kompatibel.
GEM ternyata mendapat pasarnya pada mesin komputer ATARI ST, tapi akhirnya
disalip lagi oleh Microsoft dengan versi Windows 3.0.
fungsi-fungsi DOS.
• Mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan komputer
• Mengatur memori
• Mengatur proses input dan output data
• Management file
• Management directory
Keluarga DOS terbagi menjadi
bebrapa kelas, yakni :
1. MS-DOS (Microsoft Disk Operating System), termasuk di antaranya adalah Tandy DOS, Compaq DOS, Q-DOS (Quick and Dirty Operating System) dan beberapa klon dari sistem operasi MS-DOS yang dijual kepada para pembuat sistem komputer IBM PC/Compatible.
2.IBM PC-DOS (International Business Machine Personal Computer Disk Operating System), yang meskipun masih buatan Microsoft, diubah sedikit-sedikit untuk dapat digunakan oleh komputer IBM PC.
3.DR-DOS (Digital Research Disk Operating System), yang dibuat oleh pembuat sistem operasi CP/M, Gary Kildall.
4.Novell Personal Netware, merupakan versi DR-DOS yang dijual kepada Novell karena perusahaan yang menaungi CP/M mengalami kebangkrutan (Novell mengakuisisi Digital Research Incorporated).
5.Caldera DOS, merupakan versi Novell Personal Netware yang dijual kepada Caldera Corporation.
6.FreeDOS, merupakan versi DOS yang dibangun dari sisa-sisa pengembangan Caldera DOS, yang dikembangkan oleh komunitas open source
3 Versi MS-DOS
3.1 MS-DOS versi 1.xx
Ini adalah versi awal di mana MS-DOS
pertama kali diluncurkan oleh Microsoft. Isinya, tentu saja sangat primitif dan
hanya berisi kerangka dasar saja: tidak ada tampilan grafik untuk mengelola
berkas, tidak mendukung jaringan. Pokoknya, versi pertama DOS ini bersih dari
embel-embel. Versi pertama dari DOS ini hanya mendukung IBM PC Model 5150 dan
semua perangkat keras pendukungnya, seperti hanya mendukung disket single-side
floppy disk dengan ukuran 5½ inci berkapasitas 160K saja.
Selang kira-kira satu tahun, di mana
animo masyarakat akan produk IBM PC, Microsoft pun membuat perbaikan untuk
MSDOS, dan muncullah DOS versi 1.1. Sebenarnya, hal ini diakibatkan oleh IBM
yang meluncurkan produk floppy disk drive baru untuk disket double-side dengan
ukuran 5½ inci berkapasitas 320K. Penggunaan double-side bagi floppy disk
sangatlah berpengaruh, karena media penyimpanan tersebut dapat menyimpan dua
kali lebih banyak dibandingkan dengan disket floppy single-side. Jangan tertawa
melihat kapasitas disket yang didukung oleh MS-DOS 1.1. Anda tidak akan mendapatkan
kapasitas puluhan megabytes ataupun gigabytes. Bahkan hard disk saja masih
jarang ditemui pada microcomputer, dan hanya Apple III yang memilikinya.
Setelah itu, Microsoft menampakkan
diri untuk menjual MS-DOS kepada para kompetitor IBM yang membuat semacam klon
IBM PC 5150. Microsoft memberinya versi 1.25. Karena didesain sedemikian rupa
dengan menggunakan falsafah open-architecture, tidak seperti Apple dan
Commodore maka klon terhadap IBM PC pun dapat dilakukan. Dan karena itulah IBM
PC dan klon IBM PC yang kompatibel dengan IBM PC sangat sukses di pasaran. Ini
merupakan kesuksesan tiga perusahaan: IBM, Intel, dan tentu saja Microsoft.
Hanya saja, memang pasar IBM kala itu digerogoti oleh Compaq, Hewlett-Packard,
dan juga Dell Computer Corporation yang membuat klon IBM PC.
3.2 MS-DOS versi 2.xx
Pada awal tahun 1983, IBM
meluncurkan IBM PC XT (Extended Technology), sebagai perbaikan dari versi IBM
PC 5150. IBM PC XT dilengkapi dengan sebuah hard disk 10M, antarmuka
masukan/keluaran berjenis serial (RS-232 atau lebih dikenal dengan antarmuka
COM), RAM dengan kapasitas 128K, sebuah floppy disk drive double-side 360K dan
tiga buah slot ekspansi. Tentu saja, penggunaan beberapa perangkat keras baru
seperti hard disk, dan disket drive berkapasitas 360K (40K lebih tinggi dari
pada versi double-side pada IBM PC 5150) membutuhkan sebuah sistem operasi, dan
Microsoft tidak mengecewakan IBM. Mereka dengan sigap dan cepat merilis MS-DOS
versi 2.0. Akhirnya IBM PC XT dibundel dengan IBM PC-DOS 2.0.
MS-DOS versi 2.0 memiliki banyak
sekali perbaikan dari MS-DOS 1.1 yang ditujukan untuk komputer IBM PC 5150. Di
antaranya adalah dukungan untuk penggunaan struktur direktori yang hierarkis
(bercabang) seperti layaknya sebuah pohon yang memiliki akar (root) dan cabang
(branch). Selain itu, MS-DOS 2.0 juga mendukung berbagai macam fungsi yang
diadopsi dari UNIX, seperti halnya penggunaan I/O redirection (>, >>,
<, <<) dan print spooler. Fitur print spooler adalah fitur yang dapat
menyimpan berkas yang akan dicetak dalam sebuah memori penyangga sehingga
berkas yang akan dicetak tidak langsung dicetak, melainkan disimpan terlebih
dahulu. Tujuannya adalah agar proses pencetakan dapat berlangsung secara lebih
cepat, dan pengguna tidak harus direpotkan untuk mencetak keseluruhan berkas
jika kertasnya habis, melainkan hanya membutuhkan kertas baru dan menekan
tombol resume untuk melanjutkan. Sedangkan I/O redirection berfungsi untuk
melakukan fungsi input dan output yang dilakukan dari baris perintah. Selain
kedua fitur yang diadopsi dari UNIX, DOS versi 2.0 juga memberikan keleluasaan
kepada Anda agar dapat memasang driver untuk DOS, dengan mengintegrasikannya di
dalam berkas konfigurasi CONFIG.SYS.
Ternyata, komputer IBM PC XT ini
sangat sukses: bahkan kesuksesannya mencapai Jepang. Untuk mendukung bahasa
Kanji Jepang, Microsoft memutuskan untuk meluncurkan MS-DOS versi 2.05.
Pada tahun yang sama, IBM
meluncurkan IBM PC Jr. (dibaca: PC Junior). Sayangnya, tidak seperti
kakak-kakaknya, IBM PC Jr. gagal di pasaran. Ketika diluncurkan, IBM PC Jr.
memakai IBM PC-DOS 2.1.
3.3 MS-DOS versi 3.xx
IBM meluncurkan IBM PC-AT (Advanced Technology)
pada musim panas 1984. komputer IBM PC AT menggunakan mikroprosesor Intel 80286
(16-bit) berkecepatan 6MHz, memori RAM berkapasitas 256K, sebuah disket drive
1.2M 5¼ inci, sebuah hard disk 20M, dan kartu video berwarna (standar CGA).
Tentu saja, Microsoft sebagai partner bisnis yang mantap secara sigap mendukung
peluncuran IBM PC-AT dengan juga meluncurkan versi terbaru, MS-DOS 3.0. MS-DOS
3.0 mendukung semua kemampuan yang dimiliki oleh IBM PC-AT, kecuali
multi-tasking yang disediakan oleh prosesor Intel 80286 yang mampu berjalan
pada protected mode tentunya.
DOS 3.0 adalah versi yang dapat
mendukung fungsi jaringan, walaupun terbatas pada jaringan dengan konsep
kelompok kerja (workgroup) dan terkoneksi sebagai sebuah klien pada sebuah
server. Pengguna dapat menggunakan teknologi jaringan yang dibuat oleh IBM,
Token Ring pada sistem operasi DOS. DOS 3.0 juga mendukung floppy disk 3½ inci
low-density yang berkapasitas 720K, sedangkan DOS 3.3 mendukung floppy disk 3½
inci high-density yang berkapasitas 1.44M. Dalam DOS versi 3 juga dapat
mendukung partisi pada hard disk yang memiliki kapasitas hingga 32M, 12M lebih
tinggi dibandingkan dengan DOS versi 2.0.
3.4 MS-DOS versi 4.xx
Pada tahun 1988, sistem operasi
dengan tampilan grafis mulai menjamur. Microsoft juga meluncurkan Windows versi
1.0 pada tahun 1985 dan Windows versi 2.0 pada tahun 1989. Pada DOS versi 4.0
ini, Microsoft membuat sebuah program shell dengan nama DOS Shell, yang
memiliki tampilan seperti DOS Executive milik Windows versi 1.0. Pada saat itu,
ada sebuah program shell yang juga populer yang berjalan di atas sistem operasi
DOS, dengan nama Norton Commander (NC) yang dibuat oleh Peter Norton. Dengan
menggunakan shell, pengguna dapat lebih mudah mengorganisasikan berkas dan
arsip, dan menjalankan program, dalam satu layar saja. Selain itu, karena mouse
dapat mempermudah pengoperasian komputer, DOS Shell juga dapat mendukungnya.
Versi 4.0 ini merupakan versi yang
paling banyak perubahannya. Versi selanjutnya merupakan versi-versi perbaikan
saja, dan berbagai tambahan utilitas.
3.5 MS-DOS versi 5.xx
IBM memang sudah tidak membuat
gebrakan-gebrakan baru dalam industri mikrokomputer, karena pasar yang
sebelumnya dikuasai IBM ini telah dimakan sedikit demi sedikit oleh para
kompetitornya, seperti Compaq, Hewlett-Packard, dan juga Dell yang juga
memproduksi mikrokomputer yang kompatibel dengan komputer IBM, karena
menggunakan desain yang sama, dan juga mikroprosesor yang sama yang dibuat oleh
Intel Corporation. Di sini yang sukses adalah Intel Corporation, karena
mikroprosesor yang digunakan diproduksi jauh lebih banyak, akibat permintaan
yang lebih banyak. Karena komputer tersebut menggunakan mikroprosesor buatan
Intel Corporation, maka yang kedapatan sukses kedua adalah Microsoft dengan
DOS-nya. Banyak analis yang berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh kegagalan
IBM ketika mereka menjual IBM PC Jr., dan IBM P/S2 dengan arsitektur
Micro-Channel Architecture (MCA). Bus MCA yang digunakan oleh IBM P/S2 tidak
menggunakan konsep open-architecture sebagaimana bus ISA yang juga dibuat oleh
IBM tetapi dengan open-architecture. Selain itu, kartu-kartu ekspansi yang
menggunakan bus MCA memiliki harga relatif lebih mahal dibandingkan bus ISA
yang saat itu banyak digunakan dan menjadi sebuah standar, sehingga
memperlambat penyerapannya di pasar mikrokomputer.
IBM memang gagal memperpanjang umur
IBM PC, akan tetapi Microsoft terus mengembangkan DOS dengan meluncurkan MS-DOS
versi 5.0. Versi 5.0 ini dirilis pada tahun 1991, dan memiliki berbagai fitur
yang jauh lebih baik, seperti halnya device driver yang dapat diinstal pada
area memori di atas 640K (HMA), dengan menggunakan parameter DEVICEHIGH pada
berkas konfigurasi CONFIG.SYS dan LOADHIGH pada berkas AUTOEXEC.BAT sehingga
memperbanyak kemungkinan untuk menjalankan program yang membutuhkan
conventional memory (memori 640K awal yang dimiliki oleh komputer) yang lebih
besar.
Untuk masalah utilitas, Microsoft
menambah banyak sekali utilitas dalam DOS versi 5.0 ini. Di antaranya adalah
editor berkas teks ASCII yang bernama MS-DOS Editor (EDIT.COM) dan program
bahasa pemrograman QuickBasic (QBASIC.EXE). Utilitas ini dimaksudkan untuk
menggantikan editor yang berorientasi pada "baris per baris",
EDLIN.EXE yang ada pada DOS versi 4.0 dan yang sebelumnya.
Selain editor berkas teks ASCII,
Microsoft juga membuat utilitas untuk membuat makro untuk mempercepat kerja
dengan komputer. Program pembuat makro tersebut dinamakan DOSKEY.COM. Ketika
dimuat, DOSKEY dapat membuat makro dan mengeksekusi makro tersebut. Selain itu,
dengan menggunakan DOSKEY dapat mempermudah pengetikan perintah yang sama
dengan perintah sebelumnya sehingga masalah "capek mengetik" perintah
yang sama berulang-ulang menjadi jauh lebih simpel dan mudah. Untuk
melakukannya, pengguna dapat menggunakan tombol panah ke atas dan ke bawah.
Fitur seperti ini dimiliki oleh Command Prompt pada Windows 2000/XP.
Utilitas lainnya yang juga menarik
adalah UNFORMAT.EXE dan UNDELETE.EXE. Kedua utilitas tersebut sangat berguna
untuk mengembalikan berkas yang terhapus dan drive yang terformat. Program
UNDELETE.EXE mirip seperti halnya Recycle Bin pada Windows 95 (dan yang
seterusnya), hanya saja mereka kelihatan sedikit lebih rumit dibandingkan
dengan Recycle Bin yang berjalan pada Windows. Selain UNDELETE.EXE yang
berjalan pada command line, pada DOS versi 5.0 ini juga terdapat utilitas
MWUNDEL.EXE yang berjalan pada Windows versi 3.0, sehingga fitur Recycle Bin
juga dapat ditemukan pada Windows 3.0.
3.6 MS-DOS versi 6.xx
MS-DOS versi 6.0 ini dirilis pada tahun
1993. Versi ini memiliki banyak utilitas tambahan, seperti halnya Antivirus
(MSAV.EXE), Virus Protection (VSAFE.COM) yang diadopsi dari Central Point
PC-Tools. Selain itu, ada juga utilitas untuk melakukan defragmentasi hard disk
(DEFRAG.EXE) yang diadopsi dari Symantec Norton Utilities, utilitas untuk
memeriksa hard disk dari kesalahan penempatan berkas dan kerusakan
(SCANDISK.EXE) sebagai pengganti CHKDSK.EXE, dan berbagai perbaikan dari
utilitas yang ada sebelumnya.
Pada MS-DOS versi 6.0 ini juga menyertakan
utilitas yang dapat membuat penempatan berkas menjadi lebih efisien dengan nama
DoubleSpace. Akan tetapi, sebuah perusahaan yang memiliki paten tentang hal
tersebut menjadi marah sehingga menuntut Microsoft ke meja hijau. Microsoft pun
kalah dan utilitas DoubleSpace pun dicabut dari DOS 6.20. Akhir tahun 1994,
Microsoft merevisi DOS 6.20 dengan utilitas serupa tetapi tidak melanggar paten
orang lain dengan nama DriveSpace. MS-DOS ini adalah MS-DOS versi 6.22.
3.7 MS-DOS versi 7.xx
MS-DOS versi 7.0 ini dirilis hanya
beberapa bulan sebelum Microsoft meluncurkan Windows 95, sebuah versi Windows
yang benar-benar independen dari MS-DOS. Sebenarnya, Windows 95 tidaklah
benar-benar 100% bebas dari MS-DOS, hanya saja memang beberapa fungsionalitas
yang sebelumnya ditangani oleh kernel MS-DOS, sekarang ditangani oleh Windows.
Berkas MSDOS.SYS yang pada versi-versi sebelumnya adalah berkas biner
(program), sekarang hanya berkas teks biasa, yang berisi tentang proses booting
komputer saja, dan berbagai macam baris berisi “xxx” dengan fungsi yang tidak
jelas.
Tidak banyak peningkatan yang
terjadi pada DOS 7.00 ini karena beberapa fungsi yang telah dipindahkan ke
Windows 95. Windows 95 adalah sebuah versi Windows dengan tambahan Win-32 API
dan desktop yang didesain ulang. Windows 95 memiliki pusat kontrol dari tombol
Start Menu pada pojok kiri bawah layar monitor Anda. Ketika baru beredar 2
bulan, konon Microsoft mendapatkan untung sangat besar sekali, karena Windows
95 telah terjual hingga lebih dari 7 juta kopi.
Ketika Microsoft meluncurkan Windows
98, Microsoft juga merevisi DOS menjadi versi 7.10 dengan dukungan untuk sistem
berkas FAT32 yang jauh lebih efisien daripada sistem berkas FAT16.
Fungsionalitas yang dimiliki MS-DOS 7.10 pun banyak dipangkas. Hasilnya, pada
akhir tahun 1999, Microsoft meluncurkan versi Windows baru, dengan nama kode
Georgia (Windows Millennium Edition) yang benar-benar tanpa DOS!
Sebenarnya, sistem operasi yang
benar-benar tanpa DOS pernah dibuat oleh Microsoft sebelumnya dengan Windows
NT, hanya saja Windows NT ditujukan untuk kalangan minicomputer, server
jaringan, mainframe, dan juga workstation. Penggunaannya yang rumit
menjadikannya sangat sulit diadopsi oleh para pemula di bidang komputer.
pengertian UNIX
UNIX adalah sistem operasi yang
digunakan sebagai sistem operasi baku pada berbagai jenis komputer, terutama
komputer mini baik sebagai workstation atau server (sistem yang menyediakan
pelayanan pada jaringan). Karena dengan unix sebagai server, berpindah kerja
dari satu jenis komputer ke komputer lainnya menjadi mudah.
Unix didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking, multi-user, sistem berkas hierarkis dan utilitas.
Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem UNIX yang terkoneksi kesebuah sistem jaringan ialah:
a. Berbagi sumber daya komputer
Sumber daya komputer yang dibagi bersama mencakup :
• CPU dan alokasi memori,
CPU / memori yang sedang diam (tidak terpakai) dapat digunakan oleh sistem lain yang sedang sibuk.
• Penyimpanan data / disk,
Disk yang semula tersebar di semua komputer dengan utilitas yang sama kini dapat digabungkan menjadi unit disk yang besar dan dibagi bersama.
• Pencetak/ printer dan program/ utilitas
Pencetakan/ printing dapat diklasifikasikan berdasarkan prioritas (segera, tidak segera) ataupun mutu cetak (laser printer, LQ printer, line printer).
Unix didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking, multi-user, sistem berkas hierarkis dan utilitas.
Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem UNIX yang terkoneksi kesebuah sistem jaringan ialah:
a. Berbagi sumber daya komputer
Sumber daya komputer yang dibagi bersama mencakup :
• CPU dan alokasi memori,
CPU / memori yang sedang diam (tidak terpakai) dapat digunakan oleh sistem lain yang sedang sibuk.
• Penyimpanan data / disk,
Disk yang semula tersebar di semua komputer dengan utilitas yang sama kini dapat digabungkan menjadi unit disk yang besar dan dibagi bersama.
• Pencetak/ printer dan program/ utilitas
Pencetakan/ printing dapat diklasifikasikan berdasarkan prioritas (segera, tidak segera) ataupun mutu cetak (laser printer, LQ printer, line printer).
b. Peningkatan kehandalan.
Komputer dalam sebuah jaringan lebih handal dibandingkan komputer yang berdiri sendiri. Jika ada komputer yang tidak berfungsi, peranannya digantikan oleh komputer yang lain. Sistem dapat diatur / dikendalikan hingga pemakai tidak mengetahui bahwa komputer yang biasa digunakan sedang digantikan oleh komputer lain. Sistem penyimpanan disk dapat diatur derajat keamanannya. Seperti halnya CPU, sistem disk yang tidak berfungsi digantikan oleh sistem yang lain tanpa diketahui oleh pemakai.
c. Penghematan.
Peningkatan kehandalan serta pemakaian sumberdaya secara bersama menghasilkan penghematan biaya operasi. Harga 10 komputer 10 MIPS jauh lebih murah dibandingkan 1 komputer 100 MIPS. Namun, kemampuan kesepuluh komputer 10 MIPS tersebut dapat hampir menyamai kemampuan komputer 100 MIPS jika dilakukan utilisasi yang tinggi. Penghematan lain didapatkan dari penggunaan printer server dan file server (1 sistem data atau disk untuk banyak komputer).
Jenis - jenis
Unix antara lain :
|
1. A/UX
|
21. Dynix
|
|
|
2. Domain/X
|
22. SINIX
|
|
|
3. Darwin
|
23. IRIX
|
|
|
4. CTIX
|
24. SunOS
|
|
|
5. Distrix
|
25. Solaris
|
|
|
6. UniCOS
|
26. Eunice
|
|
|
7. DG/UX
|
27. Uniplus+
|
|
|
8. Digital UNIX
|
28. BSD UNIX
|
|
|
9. Ultrix
|
29. BSD/I
|
|
|
10. CLIX
|
30. OSF/1
|
|
|
11. HP/UX
|
31. GNU/Linux
|
|
|
12. Tru64
|
32. GNU/Hurd
|
|
|
13. AIX
|
33. FreeBSD
|
|
|
14. Coherent
|
34. NetBSD
|
|
|
15. XENIX
|
35. OpenBSD
|
|
|
16. DVIX
|
36. NextStep
|
|
|
17. UnixWare
|
37. Minix
|
|
|
18. SCO UNIX
|
38. Mach
|
|
|
19. SCO XENIX
|
39. UNIXSystemV
|
|
|
20. SCO OpenServer
|
40. QNX
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar